Sabtu, 27 Oktober 2012

Wajah Masa Depan

Ya Allah, Sembah sujud hamba dan sebumbung rasa syukur atas segala anugerah yang telah diberikan kepada hamba.

Selasa, 23 Oktober 2012 adalah hari yang sangat luar biasa untuk saya, sebelumnya memang tidak ada sangkaan bahwa si kecil akan lahir secepat itu, maklum saja karena dokter memprediksikan kelahirannya tanggal 7 atau 8 Nopember nanti. Itulah prediksi manusia, tak ada yang bisa memastikan dan menjaminkan kepastian atas sesuatu hal yang sifatnya gaib. Semuanya hanya Allahlah yang maha mengatur.

Sore selasa itu, saya dapat SMS yang isinya membuat badan saya gemetar dan hati saya dag dig dug. Isinya kurang lebih memberitahu saya bahwa air ketuban istri saya sudah pecah. Secara spontan saya menyuruh dia untuk langsung periksa ke dokter, namun dia malah mengatakan bahwa dia mau mandi dan sholat Ashar dulu. Jujur saja hati saya tambah dekdekan ditambah dengan perasaan yang campur aduk gak karuan. Maklum saja ini adalah kelahiran anak pertama kami.
 
Saat itu juga saya merasa bahwa saya adalah orang yang paling tidak berguna. Bayangkan saja saat-saat yang genting, saat-saat istri saya sedang mempertaruhkan nyawanya demi si kecil, saat itu pula saya tidak berada disampingnya. Jaraklah yang memang sejak usia kandungannya 7 bulan harus memisahkan kami. Ibu meminta istri saya untuk melahirkan di kampung saya di Kuningan sana. Dan karena pekerjaanku di Jambi yang tidak dapat ditinggalkan lama-lama, akhirnya kami pun terpaksa berpisah untuk sementara. Namun biarpun demikian saya terus memantau segala perkembangan dan terus memberikan dukungan serta semangat untuk istriku tersayang.

Sebelumnya saya memang telah merencanakan untuk pulang kampung sekitar awal nopember dengan maksud untuk menyambut kelahiran anak kami, namun ya itulah yang terjadi, si kecil malah keluar lebih duluan. Yup meskipun demikian, saya sangat-sangat bersyukur bahwa keduanya selamat dan sehat. Alhamdulillah anak pertama lahir dengan sehat, meskipun kelahirannya cukup dramatis, karena terlahir dalam keadaan sungsang, Alhamdulillahnya tidak sampai dioperasi.

Ya.. Selamat datang nak di dunia yang fana dan miris ini. Tapi jangalah engkau takut, berdoa saja agar Ayah dan Ibumu ini diberikan kekuatan, ketabahan dan petunjuk-petunjuk dalam mendidikmu. Kami akan berusaha semaksimal kemampuan kami untuk memberikan yang terbaik untuk mu. 


Jadilah anak yang sholehah, yang dapat menebar manfaat untuk sebanyak-banyaknya umat.

1 komentar:

Terimakasih Atas Kunjungannya dan silahkan tinggalkan komentar...!!! :)
mohon untuk tidak meninggalkan link aktif....!!